Anies soal Bambu Getah Getih: Kalau Besi Impor dari Tiongkok

0
178

Keprilinenews, Jakarta, – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan mengambil sisi positif dari pengadaan instalasi bambu ‘Getah Getih’ senilai Rp550 juta di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI). Dia mengatakan dana pengadaan tak sia-sia karena mengalir ke rakyat kecil dari pembuatan karya seni bambu.

“Dan anggaran itu ke mana perginya, perginya ke petani bambu. Uang itu diterima oleh rakyat kecil,” kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (19/7).

Anies membandingkan kalau saja dirinya menggunakan karya seni dari bahan dasar yang lain, maka dana pengadaan bukan lari ke masyarakat. Karena itu ia lebih memilih bambu ketimbang bahan dasar seperti besi.

“Kalau saya memilih besi, maka itu impor dari Tiongkok mungkin besinya. Uangnya justru tidak ke rakyat kecil. Tapi kalau ini, justru Rp550 juta itu diterima siapa? Petani bambu, perajin bambu,” lanjut dia.

Anies juga menjelaskan sudah memprediksi umur instalasi bambu tak bertahan lama. Sejak awal Anies mengatakan bahwa karya seni itu hanya bertahan setidaknya selama enam bulan.

“Ya dari awal sudah saya garis bawahi bahwa kita menggunakan material lokal bambu. Pada waktu itu malah saya katakan diperkirakan usianya enam bulan,” kata Anies.

Anies Sebut Dana Rp550 juta Bambu Untuk Petani Bukan Tiongkok
Bambu Getah-Getih di Bundaran HI dibongkar. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Pada kenyataannya, Anies menjelaskan bambu bisa bertahan hingga 11 bulan. Kala itu, bambu sengaja dipasang dalam rangka menyambut Asian Games 2018. Setelah perhelatan usai, setiap atribut Asian Games sudah dicopot, namun tidak dengan Getih Getah.

Di luar prediksi, imbuh Anies, ketahanan bambu bisa mencapai 11 bulan adalah pencapaian luar biasa.

“Bertahan sampai bulan Juli adalah bonus. Yang lain-lain sudah dicopot semua,” jelas dia.

Sumber: CNN

Editor: Parlin Lubis