KKPAD Kecam Kekerasan dan Eksploitasi Anak Dibawah Umur di Batam

0
211
Foto Bersama Ketua KKPAD Erry Syahrial, Wakil Ketua Titi Sulastri, Anggota Mahmud. dan Pengurus harian KONI Nur Safriadi dan Mahmud. ( Foto Redaksi)

KeprilineNews, Batam-Kekerasan terhadap anak serta eksploitasi seksual terhadap anak dibawah umur semakin marak terjadi. Kasus ini menjadi isu nasional dan momok yang menakutkan dilingkungan keluarga bahkan masyarakat.

Seperti kasus kekerasan anak di Batam, yang terjadi tidak beberapa lama. Hal ini tentunya menjadi tugas yang sangat berat dan melibatkan pemerintah untuk memecah masalah yang sedang terjadi. Kondisi ini membuat beberapa lembaga turun gunung untuk memcahkan dan menyelesaikan persoalan anak dibawah umur.

Komisioner Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Daerah (KKPAD) Batam, bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Batam melakukan pertemuan untuk diskusi bebrapa permasalahan anak di Batam. Diskusi tersebut melibatkan Ketua KKPAD Erry Syahrial, Wakil Ketua Titi Sulastri dan Anggota Mahmud, serta pengurus harian KONI Nur Safriadi dan Amri, Senin (16/09) pukul 15.20 Wib

 

Diskusi KKPAD dan KONI ( Foto Redaksi)

Diskusi membahas permasalan dan peraturan yang dilanggar sesuai dengan peraturan yang telah disepakati. Seperti sponsor perusahaan rokok Djarum yang dipakai KONI, namun dari pihak KONI sudah mematuhi peraturan tersebut,agar tidak menimbulkan image buruk. Kalaupun tidak merangkul sponsor dari perusahaan rokok ternama maka pihak KONI harus beralih menggunakan anggaran APBN dan APBD untuk mendukung program dalam melaksanakan even-even pertandingan olahraga dalam skala nasional.

”Bahwa selama ini KONI mematuhi peraturan dari Pusat, tidak menggunakan sponsor Rokok, karena hal itu sudah menjadi aturan dari Menpora” kata ketua KKPAD Erry Syahrial disela-sela pertemuan tersebut.

Permasalahan yang timbul saat ini KONI tidak bisa berharap banyak untuk mendapat dukungan dari sponsor perusahaan-perusahaan swasta, maka lebih menggunakan anggaran APBN dan APBD untuk memajukan kreativitas atlet dalam pertandingan di tingkat nasional.

Begitu juga dengan permasalahan pada kekerasan anak pihak KKPAD tidak mentolelir permasalahan yang terjadi akibat perbuatan tersebut.
”Kalau kekerasan sexual keapada anak tidak ada ampun” kata dia.

Dia juga menyebutkan kejadian baru-baru ini pihak orang tua melaporkan permasalahan Diskriminasi dan kekerasan verbal di lingkungan Club Olahraga kepada KKPAD. namun sebenarnya yang terjadi setelah diskusi dengan KONI menyatakan bahwa ada beberapa yang harus dipahami orang tua saat anak mereka berlatih di Club Olahraga tersebut.

”Sebenarnya itu merupakan peraturan Club yang harus menempah si atlet agar lebih profesional disiplin dan memiliki kemampuan lebih, karena pelatih-pelatih Club juga memiliki sertifikasi melatih atlet” terang dia.

Dia mengatakan standar pelatih yang sudah melatih di lingkungan Club Atlet sudah menjadi standar profesional karena mereka tidak mau atlet mereka saat bertanding menurunya kemampuan skillnya.

Editor: Parlin