KPK Periksa Pejabat Tinggi Batam: Walikota Hanya Senyum

0
270
Walikota Batam Muhammad Rudi ( Foto Ist)

KeprilineNews,Batam– Komisi Pemberantasan Korupsi kembali memanggil beberapa pejabat pemerintah sebagai saksi terkait kasus suap dan gratifikasi Gubernur non aktif Nurdin Basirun.

Walikota Batam Muhammad Rudi bersama pejabat lainnya Iskandar Anggota DPRD Provinsi Kepri, Tahmid Kepala Seksi Pendayagunaan pesisir pulau-pulau kecil, Drs Firdaus, M,Si Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Kepulauan Riau, DR.H.T.S Arif Fadillah S,Sos Msi Sekda Provinsi Kepulauan Riau dan salah satu notaris Batam Bun Hai SH,Mkn, dan Pengusaha Sugiarto hari ini Jum’at(26/7) dipanggil ke Mapolresta Barelang.

Pemanggilan saksi terkait Gubernur non aktif Nurdin Basirun dengan tujuan permeriksaan keterangan. Pantauan wartawan Keprilinenews di Mapolresta Barelang, tidak terlihat tanda-tanda adanya atifitas pemeriksaan di gedung lantai 2 Mapolresta Barelang pada pukul 09.00 Wib.

Untuk memastikan keberadaan pejabat yang diperiksa di Mapolresta Barelang, wartawan Keprilinenews berusaha menghubungi Kapolres Barelang Kombes Hengki namun beliau sedang sibuk.
”Bapak lagi di belakang” Katanya dengan suara berat.

Sementara di lobi ruang tunggu gedung Mapolresta, tampak beberapa wartawan setia menunggu sambil mengawasi tanda-tanda aktifitas pemeriksaan sejumlah saksi terkait Gubernur non aktif Nurdin Basirun tersebut.

Penantian sejumlah wartawan membuahkan hasil, pukul 11.30 Wib, terlihat Walikota Batam Muhammad Rudi turun dari gedung Mapolresta lantai 3 menuju lantai 2. Terlihat beliau berjalan terburu-buru dengan wajah tersenyum tipis kepada wartawan dan kembali naik ke gedung lantai 2. Sejumlah wartawan yang melontarkan banyak pertanyaan hanya mendapat sapaan cukup dingin dengan sedikit tersenyum.
”Belum..belum ya” kata dia sambil berjalan.

Sedangkan pejabat lain yang ikut dipanggil KPK terkait kasus suap tersebut tidak terlihat tadi pagi hingga sore di Mapolresta Barelang.

Terkait tersebut KPK sebelumnya mengamankan uang dari sejumlah tas dirumah Nurdin saat operasi tertangkap tangan (OTT) dengan jumlah masing-masing 43.942 Dollar Singapura, 5.303 Dollar AS, 5 euro,407 Ringgit,500 Riyal dan Rp.132. 610.000.

Setelah OTT KPK menemukan uang milliaran rupiah hasil penggeledahan di rumah dinas Nurdin Basirun nilainya 3,5 Milliar,33.200 Dollar AS dan 134.711 Dollar Singapura.

Editor: Parlin