Pembuktian KPAI Terhadap PB Djarum: KPPAD dan KONI Sepakat Hindari Logo Rokok

0
422
Sponsor U-19 PB Djarum (foto IsT)

KeprilineNews, Batam- Pakar Hukum Pidana di Universitas Indonesia Junaidi ingin mem buktikan unsur-unsur nilai eksploitasi anak dalam audisi bulu tangkis PB Djarum. Menunjuk Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menelusuri dimanakah unsur pelencengan peraturan hingga mengarah kepada ekploitasi anak yang berlogo Djarum tersebut.

Pakar Hukum Junaidi tersebut menyebutkan unsur-unsur terdiri dari logo dalam audisi pertandingan dengan produk rokoknya karena unsur tersebut mengandung kebermanfaatan serta unsur untuk kepentingan materi. Ia juga mengatakan KPAI harus mampu membandingkan logo jual Djarum dengan logo anak-anak, kata dia dikutip dalam pemberitaan CNN baru-baru ini.

Maka persoalan promosi lebih identik untuk memperkenalkan promosi rokok dengan merek hak cipta. Dalam hal imi KPAI juga menyebutkan tidak berupaya mengentikan audisi cabang olaharga bulu tangkis, namun hanya memnita untuk menggantikan logo. Berikutnya apakah pelaksanaan audisi di lakukan oleh perusahaan rokok atau yayasan dari Djarum.

Disisi lain Menpora membantah adanya eksploitasi anak dalam audisi bulu tangkis. Karena dalam pelaksanaan kegiatan itu apakah Djarum mengambil keuntungan dalam pelaksanaan audisi dengan membuka bootj dan menjual rokok dilokasi audisi.

Terlepas dari proses pembuktiannya, Junaedi menganggap belum ada unsur eksploitasi ekonomi dari pelaksanaan audisi PB Djarum tersebut.

Sementara Ketua Komisi perlindungan Perempuan dan Anak (KKPAD) Kepulaun Riau Erry Syahrial angkat bicara, kalau pelaksana pertandingan berbagai cabang olahraga di Kepri menghindari sponsori perusahaan-perusahaan rokok. Ini membuat beberapa pengurus KONI Batam akan menghormati keputusan dan peraturan Menpora selaku lembaga pembentuk peraturan pemerintah.

Dia menyebutkan apalagi baru-baru ini banyak sekali pengaduan-pengaduan dari beberapa orang tua atlet mengenai pemisahan diskriminatif didalam suatu lembaga pelatihan. Namun selayakna masyarakat juga harus memahami dan memilah beberapa persoalan, bukan menelan bulat-bulat yang sekarang menjadi isu nasional
” Kita sepakat kepada KONI untuk tetap mematuhi peraturan dan selalu melihat kebaikan dan perkembangan kemajuan atlet anak, dan juga perkembangan generasi penerus di Batam” kata Ketua KKPAD saat bincang-bincang dengan wartawan Keprilinenews.

Editor: Parlin