Tolak UU KPK, Mahasiswa Tidak Mundur Walau Hujan Mengguyur

0
215
Ratusan Mahasiswa yang bergabung didalam organisasi mahasiswa Batam hujan-hujanan menolak UU Revisi KPK. (foto Hendri)

BATAM,-Aksi mahasisawa didepan gedung DPRD kota batam,cukup diacungi jempol. Pasalnya Ratusan mahasiswa yang bergabung dibeberpa kampus di Batam melakukan orasi untuk menyampaikan aspirasi menolak putusan Revisi Undang-undang KPK Senin (30/09) sekitar pukul 10.30 Wib.

Kondisi Aksi Mahasiswa dibawah Lebatnya Hujan (foto Hendri)

Dibawah derasnya hujan angin, tidak menyurutkan mahasiswa turun kejalan. Aksi yang menolak Revisi UU No.30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi kini sudah disahkan oleh DPR RI dan Presiden. Putusan ini tentunya akan melemahkan KPK untuk memberantas korupsi di bawah pemerintahan.

Namun tindakan mahasiswa merupakan salah satu aksi damai, bertujuan untuk mendukung kinerja KPK agar KPK mampu melakukan tugas untuk memberantas korupsi di negara Indonesia. Demonstrasi ini terdiri dari gabungan beberapa kampur dan Organisasi Mahasiswa. Diantaranya Mahasiswa Kampus Ibnu Sina, Universitas Batam (UNIBA), Universitas Putra Batam (UPB), Kesatuan Muslim Inonesia, Himpunan Mahasiswa Islam dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiya (IMM).

Dalam orasinya koordinator aksi Guntur menyuarakan tuntutan menolak keputusan Revisi Undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi yang telah disahkan pemerintah. Alasan revisi tersebut membatasi dan melemahkan KPK dalam menjalankan tugasnya.

Peraturan birokrasi dalam melaksanakan tugas penyadapan kinia harus mendapat pengawasan dari dewan pengawasan. Sementara KPK Independent terancam tunduk kepada Undang-undang ASN. Hal itu akan menurunkan kekuatan KPK dalam memberantas tindakan korupsi di pemerintahan Indonesia.

Hingga menolak rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) serta ijin korporasi terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan menunjuk Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutan segera dicopot karena tindakan membiarkan kebakaran hutan dan lahan terlalu lama.

Di kondisi lain DPRD kota Batam belum memberikan jawaban dan solusi atas masalah terebut, dan tuntutan tersebut belum mendapat tindakan lebih lanjut apalagi ketika dalam orasi melontarkan beberapa pertanyaan tentang revisi UU Permasyarakatan.

Dari pantauan wartawan KeprilineNews terlihat ratusan mahasiswa bersemangat melakukan orasi mereka tidak mundur walaupun hujan mengguyur mereka, demi kedamaian dan kebenaran dan kemajuan negera Indonesia. Mahawsiswa rela basah-basahan sambil berteriak menyuarakan tuntutannya. (ndri)